:::: MENU ::::

Saturday, April 16, 2016


Arbor Azure adalah blog yang dibuat dengan tujuan untuk memudahkan siswa maupun mahasiswa dalam mencari referensi ilmu yang dibutuhkan. Sehingga dalam penerapannya Arbor Azure berusaha menyajikan informasi yang akurat dan dilengkapi dengan referensi yang jelas, silahkan cek mengenai validasi dari informasi yang disediakan Arbor Azure untuk lebih menyakinkan teman-teman. Artikel kali ini membahas mengenai "SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW."  Spesial Thanks untuk NADO (Nadiyatul Umrana), KASE (Kasmawanti), KIKKA (Nur Asiska), yang telah bekerja keras dalam membantu proses penyelesaian makalah ini. Selamat membaca semoga bermanfaat dan terimakasih untuk tidak melakukan plagiat atau plagiarism.


KATA PENGANTAR

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nyaberupa kekuatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat dan Salam kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW sebagai pembawa misi kebenaran dalam menapaki jalan kemuliaan, sehingga menuju kepada kehidupan yang terang benderang di bawah Nur Ilahi.
Tiada kesempurnaan di muka bumi ini kecuali kesempurnaan yang dimiliki oleh Allah SWT. Demikian pula dengan penulisan makalah ini tentunya tidak lepas dari kekurangan dan kekeliruan, saran dan kritik yang membangun, kami harap demi penyempurnaan makalah selanjutnya.


                                                        Makassar, 2 oktober 2015

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sejarah pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW dimana beliau sebagai manusia teladan yang memiliki kepribadian luhur dan pantang mundur dalam perjuangan menegakkan syariat Islam meskipun banyak mendapat cobaan dan rintangan. Dalam sejarah Peradaban Islam, sejarah hidup Nabi Muhammad SAW biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu ketika Nabi Muhammad menjalani hidup di Makkah dan di Madinah.
Dewasa ini pengetahuan tentang perkembangan Islam, utamanya pada masa Nabi Muhammad SAW, sedikit banyak mulai luntur dari kalangan umat muslim sendiri, khususnya kaula muda. Padahal umat Islam sudah sepatutnya mengetahui tentang sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan wawasan generasi mendatang. Sebab Islam adalah ajaran Allah SWT terstruktur sebagai agama terakhir yang substansi ajarannya mencakup segala aktifitas manusia di atas permukaan bumi. Dan karenanya manusia diserukan untuk beramal menurut ketentuan ridha Allah SWT.

B.       Rumusan masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka dapat diasumsikan beberapa rumusan masalah yaitu :
   1. Bagaimana perkembangan dakwah Nabi Muhammad pada Periode Mekah dan Periode Madinah ?
     2. Peperangan apa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad ?
     3. Apa isi surat-surat dakwah Nabi Muhammad ?
     4. Bagaimana masa terakhir Nabi Muhammad  ?
     5. Apa komentar para orientalis tentang Nabi Muhammad ?

C.    Tujuan
Berdasarkan beberapa rumusan masalah di atas dapat diambil tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui perkembangan dakwah Nabi Muhammad pada Periode Mekah dan Periode Madinah
2. Untuk mengetahui Peperangan yang terjadi pada masa Nabi Muhammad
3. Untuk mengetahui surat-surat dakwah Nabi Muhammad
4. Untuk mengetahui masa terakhir Nabi Muhammad
5. Untuk mengetahui komentar para orientalis tentang Nabi Muhammad



BAB II
PEMBAHASAN

A. Perkembangan Dakwah Nabi Muhammad pada Periode Mekah dan Periode Madinah
Fase kenabian Nabi Muhammad dimulai ketika beliau bertahannus atau menyepi di Gua Hira, sebagai imbas keprihatinan beliau melihat keadaan bangsa Arab yang menyembah berhala. Di tempat inilah beliau menerima wahyu yang pertama, yang berupa surat Al-‘Alaq 1-5. Dengan wahyu yang pertama ini, maka beliau telah diangkat menjadi Nabi, utusan Allah. Pada saat itu, Nabi Muhammad belum diperintahkan untuk menyeru kepada umatnya, namun setelah turun wahyu kedua, yaitu surat Al-Mudatsir ayat 1-7, Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul yang harus berdakwah. Dalam hal ini dakwah Nabi Muhammad dibagi menjadi dua periode, yaitu Periode Mekah dan Periode Madinah.
         I.     Periode Mekah
Pada periode ini, tiga tahun pertama dakwah Islam dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah Islam di lingkungan keluarga, mula-mula istri beliau sendiri, yaitu Khadijah, yang menerima dakwah beliau, kemudian Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar sahabat beliau, lalu Zaid bekas budak beliau.  Di samping itu, juga banyak orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar yang terkenal dengan julukan Assabiqunal Awwalun(orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam), mereka adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdur Rahman bin ‘Auf, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Abu ‘Ubaidah bin Jarhah, dan Al-Arqam bin Abil Arqam, yang rumahnya dijadikan markas untuk berdakwah (rumah Arqam).
Dalam menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad melakukannya dengan tiga cara, yaitu:
1. Rahasia. Pada tahapan ini Nabi menyampaikannya hanya pada kalangan keluarganya sendiri dan teman dekatnya.
2. Semi Rahasia. Beliau menyebarkan Agama Islam dalam ruang lingkup yang lebih luas, termasuk Bani Muthalib dan Bani Hasyim.
3. Terang-Terangan(Demonstratif). Nabi dalam berdakwah secara terang-terangan ke segenap lapisan masyarakat, baik kaum bangsawan maupun hamba sahaya.
Nabi Muhammad SAW memulai dakwah secara terang-terangan setelah turun wahyu kepadanya berupa turunnya ayat 94 Surah Al-Hijr.
Artinya : Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw tidak mudah karena mendapat tantangan dari kaum kafir Quraisy. Hal tersebut timbul karena beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :
1) Bidang Politik Kekuasaan. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib.
2) Sosial (persamaan derajat sosial). Nabi muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
3)   Agama dan Keyakinan. Para pemimpin Quraisy tidak mau percaya ataupun mengakui serta tidak menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.
4) Budaya. Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa Arab, sehingga sangat berat bagi mereka untuk meninggalkan agama nenek moyang dan mengikuti agama Islam.
5) Ekonomi. Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezeki.
Dalam periode ini Nabi Muhammad belum berpikir untuk menyusun suatu masyrakat Islam yang teratur, karena perhatian beliau lebih fokus pada penenaman teologi atau keimanan masyarakat. Karena di Mekah dakwah Nabi Muhammad mendapat tantangan dan rintangan, beliau memutusakn untuk berdakwah di luar Mekah. Namun di Thaif beliau dicaci dan dilempari batu hingga beilau terluka, sehingga untuk menyenangkan hati beiau, Allah SWT mengutus dan mengisra’ dan memi’rajkan beliau padatahun kesepuluh kenabiannya. Setelah peristiwa Isra’Mi’raj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam terjadi, yaitu dengan datangnya penduduk Yatsrib (Madinah)untuk berhaji ke Mekah.
    II.       Periode Madinah
Sebab utama Rasulullah besama para sahabat melakukan hijrah ke Madinah, yaitu :
1.    Perbedaan iklim di kedua kota mempercepat dilakukannya hijrah. Iklim Madinah lembut dan watak rakyatnya yang tenang sangat mendorong penyebaran dan pengembangan agama Islam. Sedangkan kota Mekah sebaliknya.
2.    Nabi-Nabi umumnya tidak dihormati di negara-negaranya sehingga Nabi Muhammadpun tidak diterima oleh kaumnya sendiri
3.    Tantangan yang Nabi hadapi tidak sekeras di Mekkah
Dalam periode ini, pengembangan Islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan masyarakat Islam dan sosial kemasyarakatan. Adapun dasar-dasar masyarakat Islam yang diterapkan di Madinah diantaranya ialah:
1)   Mendirikan Masjiduntuk mempersatukan umat Islam dalam satu majelis, sehingga di majelis ini umat Islam bisa bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah secara teratur, mengadili perkara-perkara dan musyawarah. Masjid ini memegang peranan penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah.
2)   Mempersatukan dan mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin
3)   Perjanjian saling membantu antara sesama kaum muslimin dan bukan muslimin untuk menciptakan toleransi antargolongan.
4)   Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat yang baru terbentuk.
B.       Peperangan dalam Islam
Perang dalam Islam berasal dari bahasa Arab,Qital (membunuh), Gozhwah (peperangan yang dipimpin oleh panglima perang secara langsung), Harb. (perlawanan secara fisik). Sedangkan secara Istilah, menurut Clauzzewits, perang adalah politik yang dilanjutkan dengan cara lain. Perang dalam Islam diartikan sebagaiQitalu al-Kuffari fi Sabilillahi li I’lai Kalimatillah, yaitu ”memerangi orang-orang kafir dijalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah”. Berdasarkan istilah syar’i itulah, perang dalam Islam memiliki makna yang spesifik yang berbeda dengan makna bahasanya. Jadi perang adalah mengangkat senjata untuk melawan atau memerangi orang-orang kafir dalam rangka membela kehormatan Islam dan kaum Muslimin. Dengan kalimat lain, perang haruslah dilakukan semata-mata dengan niat untuk menegakkan kedaulatan Islam, bukan untuk hal yang lain, seperti berniat menguasai negara lain, kemudian merampas semua yang bukan menjadi haknya, atau untuk mendapatkan kedudukan, pujian dan lain sebagainya.
Peperangan Pada Masa Nabi Muhammad
1)   Perang Badar
Perang antara kaum muslimin dengan musyrik Quraisy yang terjadi pada 17 Ramadan tahu ke-2 Hijriyah. Perang ini terjadi di lembah Badar,125 km selatan Madinah.peperangan ini disebabkan oleh tindakan tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh kaum Quraisy.
Kaum muslimin memiliki jumlah tentara yang jauh lebih sedikit kira-kira 313 sedang kaum kafir berjumlah 1000 yang dipimpin oleh Abu Jahal dan tokoh-tokoh kafir yang lainnya.Setiba kaum kafir Quraisy di medan perang dan dua pasukan saling berhadapan, Rosulullah SAW berdoa, "Ya Alloh,orang-orang Quraisy datang dengan congkak dan sombong untuk memerangi-Mu dan mendustakan Rosul-Mu". Perang berakhir dengan kemenangan di pihak kaum muslimin.
2)   Perang Uhud (Sya’ban 3 H)
Peperangan ini terjadi pada tahun ke-3 hijriyah di bukit Uhud. Perang uhud dilatarbelakangi kekalahan kaum Quraisy pada perang badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslimin. Rasulullah SAW memerintahkan 50 regu pemanah supaya tetap pada posisi mereka di atas bukit di bawah pimpinan Abdullah bin Jubair. Kepada mereka, beliau berpesan,"Janganlah kalian meninggalkan posisi kalian".Perang uhud dimulai dengan perang tanding yang dimenangkan tentara Islam, tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan harta, yakni prajurit Islam sibuk memungut harta rampasan. Melihat keadaan tersebut, kaum kafir kembali menyerang sehingga mereka berhasil menerobos tempat pertahanan Rasulullah Saw yang akhirnya beliau pun terluka. Dalam perang uhud ini 70 orang kaum muslimin gugur sebagai Mujahid, mati syahid, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, pamannya Rasulullah SAW.
3)   Perang Khandaq
Perang Khandaq terkenal dengan "Perang Ahzab" atau "Perang Parit". Perang ini terjadi pada tahun ke-5 Hijriyah di sekitar kota Madinah bagian utara. Yang menjadi pemicu perang ini adalah ketika Rasulullah Saw mengusir kaum Yahudi Bani Nadzir dari Madinah. Mereka bersekongkol dengan kaum kafir Quraisy untuk memerangi Rasulullah. Dalam persiapan menghadapi peperangan melawan mereka, seorang sahabat bernama Salman Al-Farisy mengusulkan penggalian parit-parit pertahanan. Peperangan ini dimenangkan oleh kaum muslimin, yang kemudian disusul Allah mendatangkan angin ribut disertai angin yang sangat dingin sehingga pasukan Ahzab (pasukan kafir) kalang kabut.
4)   Perang Mu’tah
Perang ini dinamakan perang Mu’tah karena terjadi di desa Mu’tah, bagian utara semenanjung Arabia, dimana perang ini terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Perang Mu’tah terjadi karena Haris Al-Ghassani , raja Hirah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Beberapa sahabat gugur dalam peperangan tersebut termasuk Zaid Bin Harisah.
5)   Penaklukan kota Mekah/Fathu mekah pada tahun 8 Hijriyah
Fathu Mekah terjadi di sekitar kota Mekah. Latar belakang peristiwa ini adalah adanya anggapan aum Quraisybahwa kekuatan kaum muslimin telah hancur akibat kalah perang di Mut’ah. Mereka menganggap perjanjian Hudaibiyah (6 H) tidak penting lagi hingga diingkrinya dan diseranglah Bani Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan kaum muslimin.Nabi Muhammad SAW segeramemerintahkan pasukan muslimin untuk menghukum kaum Quraisy yang dipimpin Ikrimah dan Safwan. Berhala di kota Mekah dihancurkan dan akhirnya banyak kaum Quraisy masuk Islam.
6)   Perang Hunain (8 Safar 8 H)
Perang ini terjadi di lembah Hunain, sekitar 70 km dari kota Mekah. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fathu Mekah. Pada awalnya, kaum musuh berhasil mengacaubalaukan pasukan Islam sehingga banyak yang gugur. Nabi SAW kemudian menyemangati pasukannya dan memimpin langsung peperangan, hingga akhirnya dapat memenangkan pertempuran
7)      Perang Tha’if (8 H)
Pasukan muslimin mengejar pasukan Quraisy yang melarikan diri dari Hunain, sampai ke kota Tha’if. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng kota yang kokoh sehingga pasukan muslimin tidak dapat menembus benteng. Nabi Muhammad SAW mengubah taktik perangnya dengan memblokade seluruh wilayah Thaif. Pasukan muslimin kemudian membakar ladang anggus yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Thaif, dan pada akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan pasukan isalm.
8)      Perang Tabuk
Perang ini terjadi pada tahun 8 Hijriyah di kota Tabuk, perbatasan antara semenanjung Arabia dan Syam. Adanya peristiwa penaklukan kota Mekah membuat seluruh semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi SAW. Penguasa romawi, Heraclius, yang tadinya menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslimin, akhirnya mundur setlah melihat besarnya jumlah pasukan Islam.
9)   Perang Widan
Perang ini terjadi di Wedan, sebuah desa antara Mekah dan Madinah pada 12 rabiul Awwal tahun 2 Hijriyah. Rasulullah SAW memimpin pasukan muslimin menghadang kafilah Quraisy. Pertempuran fisik tidak terjadi karena kafilah Quraisy melalui daerah tersebut. Rasulullah selanjuntnya mengadakan perjanjian kerjasama dengan perdaganan Bani Damrah yang berisi kesanggupan Bani Damrah membantu kaum muslimin apabila dibutuhkan.
Selain beberapa perang tersebut, ahli sejarah pun telah menyebutkan beberapa sariyah (perang yang dipimpin oleh sahabat atas penunjukan Nabi Muhammad SAW) dalam sejarah isalm, yakni diantaranya Sariyah hamzah Bin Abdul Muthalib, sariyah Ubaidah bi haris yang terjadi pada tahun pertama Hijriyah. Kemudian pada tahun ke-2 Hijriyah terjadi sariyah Abdullah bin Jahsy dan pada tahun ke-3 Sariyah Qirdah. Sedangkan pada tahun ke 4 Hijriyah, terjadi sariyah Bani asad, Sariyah raji’ dan Sariyah Bi’ru Mau’nah. Disebutkan pula dalam sejarah Sariyah Ijla’ Bani Nadir, Sariyah Zi Al-Qissah dan Sariyah Ka’b Bin Umair al-Gifari pada tahun ke 8 Hijriyah.

C.      Surat-surat Dakwah Nabi Muhammad
Salah satu media yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam penyebaran pesan-pesan agama adalah surat. Dengan surat itulah kemudian beliau mengajak raja-raja dan para pembesar di sekitar tanah Arab untuk masuk agama Islam. Sebelum beliau berkirim surat kepada para raja dan pembesar tersebut, beliau membuat cincin dari perak yang bertuliskan (berukir) “Muhammad Rasulullah”. Kata “Allah” ditulis paling atas, kata “Rasul” ditulis di tengah, dan kata “Muhammad” di tulis paling bawah. Beliau membuat cincin berukir “Muhammad Rasulullah” tersebut guna membubuhi cap pada surat-surat yang akan beliau kirim.
Menurut sejarawan Islam, muhammad bin Sa’as (w. 230 H)  dalam kitabnya Ath-Thabaqat Al-Kubra bahwa surat-surat Nabi keseluruhannya berjumlah tidak kurang dari 105 buah. Surat-surat tersebut jika dilihart dari segi isinya, dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yakni :
1.    Surat-surat yang berisi seruan untuk masuk Islam, ditujukan  kepada orang-orang nonmuslim baik Yahudi, Nasrani, maupun majusi serta orang-orang musyrik, baik raja, kepala daerah maupun perorangan.
2.    Surat-surat yang berisi aturan-aturan dalam Islam, misalnya tentang zakat,sedekah dan sebagainya. Surat-surat seperti ini ditujukan kepada musli yang masih memerlukan penjelasan dari Nabi SAW.
3.    Surat-surat yang berisi beberapa hal yang wajib dikerajkan oleh orang-orang nonmuslim terhadap pemerintah Islam, seperti masalah jizyah (iuran keamanan).
Adapun beberapa surat yang dikirimNabi SAW kepada para raja dan para pembesar tersebut diantaranya sebagai berikut :
·         Surat Dakwah kepada Muqauqis, gubernur Mesir
Surat yang dikirim kepada Muqauqis, gubernur Mesir, dibawa oleh shahabat Hathib bin Abu Balta’ah, bunyinya demikian :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.
مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ اِلَى اْلمُقَوْقِسِ عَظِيْمِ اْلقِبْطِ.
سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ اْلهُدَى. اَمَّا بَعْدُ: فَاِنّى اَدْعُوْكَ بِدِعَايَةِ اْلاِسْلاَمِ. اَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللهُ اَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتَ فَاِنَّمَا عَلَيْكَ اِثْمُ اْلقِبْطِ. وَ ياَهْلَ اْلكِتبِ، تَعَالَوْا اِلى كَلِمَةٍ سَوَآءٍ بَيْنَنَا وَ بَيْنَكُمْ اَنْ لاَّ نَعْبُدَ اِلاَّ اللهَ وَ لاَ نُشْرِكَ بِه شَيْئًا وَّ لاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مّنْ دُوْنِ اللهِ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ. نور اليقين: 179
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dari Muhammad utusan Allah kepada Muqauqis, pembesar Qibthi (Mesir)Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk yang benar.Adapun sesudah itu, sesungguhnya aku menyeru kepadamu dengan seruan Islam, masuk Islam lah, niscaya engkau selamat. Allah akanmemberi pahala kepadamu dua kali. Jika engkau berpaling, maka sesungguhnya bagimu dosa segenap rakyat Qibthi. Dan wahai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat yang sama antara kami dan kalian, yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Allah, dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan sebagian kita tidak menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Nuurul Yaqiin : 179]
·         Surat Dakwah kepada Mundzir bin Sawa, raja Bahrain
Surat yang dikirim kepada Al-Mundzir bin Sawa, raja Bahrain wakil raja Kisra, dibawa oleh Ibnul-Hadlramiy, bunyinya ialah :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.
(مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ اِلَى اْلمُنْذِرِ بْنِ سَاوَى).
اَسْلِمْ اَنْتَ فَاِنّى اَحْمَدُ اِلَيْكَ اللهَ الَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ. اَمَّا بَعْدُ: فَاِنَّ مَنْ صَلَّى صَلاَتَنَا وَ اسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا وَ اَكَلَ ذَبِيْحَتَنَا فَذلِكَ اْلمُسْلِمُ. لَهُ ذِمَّةُ اللهِ وَ ذِمَّةُ الرَسُوْلِ. فَمَنْ اَحَبَّ ذلِكَ مِنَ اْلمَجُوْسِ فَاِنَّهُ اَمِنَ. وَ مَنْ اَبَى فَاِنَّ عَلَيْهِ اْلجِزْيَةَ. نور اليقين:181
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Dari Muhammad Utusan Allah kepada Al-Mundzir bin Sawa).Masuk Islam lah engkau, sesungguhnya saya memuji kepada Allah di hadapanmu, yang tidak ada Tuhan selain Dia.Adapun sesudah itu, sesungguhnya barangsiapa yang mengerjakan shalat sebagaimana shalat kami, dan berqiblat pada qiblat kami serta memakan sembelihan kami, maka itulah orang Islam, baginya mendapat jaminan Allah dan jaminan Rasul-Nya, maka barangsiapa diantara orang Majusi menyukai yang demikian, sesungguhnya ia aman, dan barangsiapa yang menolak, maka wajib baginya membayar jizyah. [Nuurul Yaqiin hal. 181]
·         Surat Dakwah kepada Haudzah bin ‘Ali, raja Yamamah
Surat yang dikirim kepada Haudzah bin ‘Ali, raja negeri Yamamah dibawa oleh Salith bin ‘Amr Al-’Amiriy, bunyinya demikian :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.
مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ اِلَى هَوْذَةَ بْنِ عَلِيّ.
سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ اْلهُدَى. وَ اعْلَمْ اَنَّ دِيْنِى سَيَظْهَرُ اِلَى مُنْتَهَى اْلخَفّ وَ اْلحَافِرِ، فَاَسْلِمْ تَسْلَمْ وَ اَجْعَلْ لَكَ مَا تَحْتَ يَدَيْكَ. نور اليقين: 182
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dari Muhammad Utusan Allah kepada Haudzah bin ‘Ali.
Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk yang benar. Ketahuilah bahwa sesungguhnya agama saya ini akan tampak sampai ke ujung sepatu dan kuku (mendapat kemenangn sepenuhnya), maka dari itu masuk Islamlah engkau, niscaya engkau selamat. Dan saya menjadikan untuk engkau apa yang ada di bawah kekuasaanmu. [Nuurul Yaqiin hal. 182]
D.      Masa Terakhir Nabi Muhammad
Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad SAW beserta rombongan yang besar melaksanakan haji, dan inilah haji yang terkahir bagi beliau yang merupakan haji perpisahahn atau haji wada’. Dalam kesempatan inilah turun ayat terakhir dari Al-Qur’an di Padang Arafah pada hari jumat sesudah Ashar,  yakni di saat Nabi berkendaraan di atas untanya.Unta pun berhenti terhenyak dan Malaikat Jibril pun datanglah sambil berkata kepada Nabi, “Ya Muhammad! Hari ini telah sempurna urusan agamamu, telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu dan juga segala apa yang dilarangNya. Dari itu, kumpulkanlah semua sahabatmu, dan beritahukan kepada mereka, bahwa aku tidak akan turun- turun lagi membawa wahyu kepadamu sesudah hari ini!”
Ayat yang terkahir turun itu adalah ayat ketiga dari surah Al-Maidah :
Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari iniorang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksakarena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Pada kesempatan itu Nabi Muhammad menyampaikan khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya merupakan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan isalm, dan yang terpenting adalah bahwa umat Islam harus selalu berpegang pada dua sumber, Al-Qur’an dan hadis.
Rasulullah mulai sakit panas. Istri-istri beliau meminta izin untuk merawatnya di  rumah Aisyah dan Rasulullah mengizinkannya. Untuk terakhir kalinya Rasulullah naik mimbar. Diantara pesan yang Rasulullah katakan saat itu adalah “Aku berwasiat kepada kalian utnk berbuat baik kepada orang-orang anshar. Sesungguhnya orang-orang anshar adalah orang-orang dekatku dimana aku berlindung kepada mereka. Karena mereka telah melalui apa yang menjadi beban mereka dan masih tersisa  apa yang akan menjadi hak mereka. Oleh karena itu berbuat baiklah kepada siapa saja diantara mereka yang melakukan kesalahan.
Tatkala sakitnya semakin keras, beliau bersabda, “ Suruhllah Abu Bakar untuk memimpin manusai melakukan shalat”. Rasulullah meninggal dunia pada saat dhuha pada hari senin tanggal 12 rabiul Awal tahun 11 H (8 juni  H (8 juni 632 M).usianya saat ituberkisar 63 tahun.

E.       Komentar Para Orientalis tentang Nabi Muhammad
Berikut ini merupakan beberapa orientalis menuturkan komentar mereka mengenai keberhasilan  Nabi Muhammad SAW dalam membentuk peradaban dunia Islam.
1.        R.C.V. Bodley
Ia menuturkan bahwa “ Kedudukan Muhammad yang unik di dalam sejarah keagamaan disebabkan kenyataan bahwa ia telah mengilhami segala apa yang dilakukannya tanpa mengaku sebagai orang suci atau malaikat, dengan tiada memiliki suatu sifat pun selain sifat insani semata-mata. Kecuali pribadinya yang cemerlang, tidak ada suatu daripadanya yang membedakannya dari kaum muslimin yang lain.
2.        Michael H. Hart
Ia mengungkapkan bahwa “Sebuah contoh yang mencolok mata tentang hal ini adalah tata urutan (rangking) yang saya susun yang menempatkan Muhammad lebih tinggi daripada Yesus (Isa), terutama disebabkan karena keyakinan saya bahwa Muhammad secara pribadi jauh lebih berpengaruh pada perumusan agama yang dianut oleh orang Islam, daripada Yesus pada perumusan kristen. Jatuhnya pilihan saya kepada muhammad untuk memimpin di tempat teratas dalam daftar pribadi-pribadi yang paling berpengaruh di dunia ini, mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan mungkin juga dipertanyakan oleh yang lainnya, naumun ia memang satu-satunya orang dalam sejarah yang telah berhasil secara unggul dan agung, baik dalam bdang keagamaan maupun dalam bidang keduniaan”.
3.        Mhatma K. Ghandi
Komentarnya berbunyi “ Saya ingintahu sebaik-baiknya tentang prikehidupa seorang yang hingga kini memegang hati jutaan manusia. Saya lebih yakin dari sebelumnya, bahwa bukanlah pedang yang membawa Islam kepada kejyaan pada masa-masa itu dalam skema kehidupan. Kesederhanaan agam Islam sungguh yang tegas, penguasaan diri yang paling kuat dari Nabi itu, keteguhan memenuhi janji, pelayannnya yang sungguh-sungguh kepada sahabat dan pengikut-pengikutnya, keperwiraannya yang tidak mengenal takut, keyakinannya yang mutlak kepada Tuhan dan kepada risalahnya sendiri. Hal inilah, bukannya pedang yang menaklukkan segala-galanya di hadapan kaum muslimin dan mengatasi segala rintangan.  Ketika saya menutup jilid ke-2 buku biografi Nabi ini, saya betul-betul merasa menyesal karena tidak ada lagi bagi saya yang dapat dibaca mengenai prikehidupan yang agung itu.
4.        Thomas Carlyle memberikan pernyataan secara terbuka tentang Nabi Muhammad Saw.
   Dia menyatakan bahwa “adalah aib yang besar bagi budayawan manapun, jika ia condong kepada anggapan bahwa agama Islam dituduh sebagai suatu kebohongan, dan Muhammad sebagai penipu dan pendusta. Sudah tiba waktunya kita memerangi perkataan palsu yang memalukan yang sudah disebar-luaskan orang, karena risalah yang disampaikan rasul merupakan pelita bagi umat manusia”. Carlyle menyesalkan kebohongan yang mungkar terhadap Islam dan rasulnya, dan menganggap penuduhnya sebagai orang yang lemah dan kurang akal. Dia merasa heran terhadap kemungkaran semacam itu, dan dibuatnya perumpamaan dan tidak masuk akal.
Keyakinan Carlyle akan kebenaran Nabi Muhammad Saw. ini didasarkan atas pandangannya bahwa sebagai seorang yang besar mustahil untuk jadi pendusta. Kejujuran merupakan asas keutamaan dan keterpujian di sisinya. Ia memperkuat keyakinan akan kebenaran rasul dengan pengetahuannya tentang sejarah Rasulullah Saw. yang sejak masa kecil diberi gelar Al-Amien (orang yang terpercaya). Perkataan, perbuatan dan pemikirannya selalu tepat.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Nabi Muhammad dalam  melakukan dakwahnya dibagi menjadi dua periode, yaitu Periode Mekah dan Periode Madinah. Ciri pokok dari Periode Mekah adalah pembinaan dan pendidikan tauhid (dalam arti luas), sedangkan Periode Madinah, ciri pokok dari periode ini adalah pendidikan sosial dan politik (dalam arti luas).
Perang dalam Islam diartikan sebagaiQitalu al-Kuffari fi Sabilillahi li I’lai Kalimatillah, yaitu ”memerangi orang-orang kafir dijalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah”. Ada beberapa peperangan yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, diantaranya ada yang dipimpin langsung oleh Nabi dan adapula perang yang dipimpin oleh sahabat atas penunjukan Nabi Muhammad SAW.
Dalam mengemban misi dakwahnya, salah satu media yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam  penyebaran pesan-pesan agama adalah surat. Dengan surat itulah kemudian beliau mengajak raja-raja dan para pembesar di sekitar tanah Arab untuk masuk agama Islam.
Pada tahun 10 H, Nabi Muhammad SAW beserta rombongan yang besar melaksanakan haji, dan inilah haji yang terkahir bagi beliau yang merupakan haji perpisahahn atau haji wada’. Dalam kesempatan inilah turun ayat terakhir dari Al-Qur’an  di Padang Arafah pada hari jumat sesudah Ashar.



B.     Saran
Demikianlah hasil makalah dari kelompok kami, tentu makalah ini masih banyak kekurangan, baik itu dalam hal pembahasan yang belum lengkap maupun dalam hal penulisan yang terdapat kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat membantu kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini.  Semoga dengan makalah ini diharapkan masyarakat Islam khususnya kita sebagai generasi muda penerus bangsa agar dapat mengetahui tentang seluk beluk perkembangan Islam serta lebih meningkatkan kadar keimanan kita kepada Allah SWT.




DAFTAR PUSTAKA
Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam, Amzah, Jakarta, 2013
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, PT Grafindo Persada, Jakarta, 2014
Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Logos, Jakarta, 1997
 

      Sebagian besar makalah ini bersumber dari referensi yang tertera di atas, jika ada pihak yang merasa kami mengutip tulisannya tanpa mencantumkan sumber mohon dikonfirmasikan kepada kami demi menjaga kualitas tulisan kami.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment